Polres Klaten menggelar Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan bersama instansi terkait, perbankan Himbara, Perhutani, dan kelompok tani guna membahas strategi peningkatan produksi jagung melalui optimalisasi lahan serta pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dalam arahannya, Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa Polri siap memfasilitasi dan mendampingi kelompok tani yang serius mengembangkan budidaya jagung melalui akses pembiayaan dari Himbara. Namun demikian, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen dan tanggung jawab dalam pengelolaan serta pengembalian pinjaman yang diberikan.
Hasil koordinasi menunjukkan bahwa perbankan Himbara siap mendukung pembiayaan sektor pertanian melalui berbagai skema KUR. Di sisi lain, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama, antara lain pemanfaatan lahan tidur yang belum optimal, keterbatasan sarana pascapanen seperti alat pengukur kadar air dan pengering jagung, berkurangnya alokasi pupuk bersubsidi, serta kebutuhan dukungan jaringan listrik di lahan pertanian.
Selain itu, para peserta rapat juga membahas pentingnya penguatan peran kelompok tani sebagai wadah pengajuan KUR agar lebih terarah, tepat sasaran, dan mudah dalam pengawasan. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, perbankan, Perhutani, dan kelompok tani diharapkan mampu mendorong peningkatan luas tanam dan produksi jagung guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh stakeholder untuk mewujudkan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.”
#KETAHANANPANGAN
#SWASEMBADAPANGAN
#POLDAJAWATENGAH
#POLRESKLATEN
#KLATEN



