Home / Uncategorized / Polres Klaten Resmikan Tiga Jembatan Merah Putih Presisi, Perkuat Akses dan Ekonomi Warga

Polres Klaten Resmikan Tiga Jembatan Merah Putih Presisi, Perkuat Akses dan Ekonomi Warga

Klaten — Polres Klaten meresmikan revitalisasi tiga Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah sebagai bagian dari komitmen mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, Senin (6/4/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi di tiga lokasi berbeda, yakni Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo; Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo; serta Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polres Klaten, unsur Forkopimcam, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Revitalisasi jembatan ini merupakan bagian dari program Polri untuk masyarakat yang berfokus pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur strategis. Jembatan-jembatan tersebut diketahui memiliki peran vital sebagai penghubung antarwilayah serta penunjang aktivitas ekonomi warga.

Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi menegaskan bahwa program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan baru, tetapi juga revitalisasi jembatan yang sudah ada agar tetap layak dan aman digunakan.

“Kegiatan revitalisasi jembatan Merah Putih Presisi merupakan komitmen dan bakti Polri untuk mendukung kegiatan sosial masyarakat. Kami ingin memastikan akses masyarakat tetap lancar dan aman,” ujar AKBP Moh. Faruk Rozi.

Ia menjelaskan, di wilayah Kabupaten Klaten saat ini terdapat lima proyek jembatan dalam program tersebut, terdiri dari tiga revitalisasi dan dua pembangunan baru. Salah satu jembatan baru di Prambanan bahkan telah diresmikan sebelumnya oleh Kapolri, sementara satu lainnya di Karangnongko masih dalam proses pembangunan.

Selain meningkatkan aksesibilitas, keberadaan jembatan tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga antarwilayah. Di Polanharjo, misalnya, jembatan yang diresmikan menjadi jalur alternatif penghubung antara Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali.

“Jembatan ini sangat strategis karena menghubungkan dua kabupaten serta dua kecamatan. Perannya sangat vital dalam mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan logistik,” jelas AKBP Moh. Faruk Rozi.

Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan dan revitalisasi jembatan tersebut. Warga setempat turut bergotong royong bersama aparat kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah dalam proses pengerjaan hingga peresmian.

Kepala Desa Tijayan, Joko Laksono, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi Polres Klaten terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Ia menyebut jembatan yang telah direvitalisasi sudah dapat dimanfaatkan warga, bahkan sejak momentum Ramadan lalu.

“Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih atas bantuan revitalisasi jembatan ini. Manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat di beberapa dukuh dan sangat membantu aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, di Desa Kalikebo, jembatan yang direvitalisasi merupakan infrastruktur lama yang telah berdiri sejak 1985 dan sebelumnya dalam kondisi kurang layak. Perbaikan dilakukan dengan penguatan struktur, pembangunan kembali bagian penyangga, serta peningkatan kapasitas jalan agar lebih aman dilalui kendaraan.

Kapolres berharap keberadaan jembatan tersebut dapat terus dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Ia juga membuka ruang bagi warga untuk mengusulkan lokasi lain yang membutuhkan pembangunan atau revitalisasi serupa.

Melalui program ini, Polres Klaten menegaskan peran aktifnya tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *